LEMSA dan Pemdes Monsongan, Banggai Laut berinisiatif melakukan patroli di lapangan dengan mengajak beberapa pihak mendatangi kapal-kapal ‘Pajeko’ yang tengah berlabuh di sekitar perairan Monsongan. Hal ini dilakukan karena masyarakat nelayan di desa semakin resah dengan keberadaan dan perilaku kapal pajeko yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di area tangkap nelayan kecil/ tradisional desa Monsongan.
Pada hari Kamis, tanggal 7 Juli 2022, Masyarakat Desa Monsongan bersama LEMSA dalam Program Kemitraan Wallacea II Burung Indonesia menginisiasi kegiatan patroli terhadap kapal-kapal ‘Pajeko’ yang tengah berlabuh di sekitaran perairan Kokungan Desa Monsongan. patroli diikuti oleh beberapa stakeholder setempat antara lain beberapa perwakilan nelayan, pengurus kelompk adat, anggota BPD, kepala desa, linmas, babinsa, babinkamtibmas, serta beberapa orang perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Banggai Tengah.
Hal ini dilakukan karena Masyarakat nelayan di desa monsongan semakin resah dengan keberadaan dan perilaku menangkap ikan yang dilakukan oleh pajeko di area tangkap nelayan kecil/ tradisional. Selain ketidakmampuan bersaing dengan nelayan pajeko karena sapras menangkap ikan yang dimiliki seperti kapasitas alat tangkap dan daya muat kapalnya, beberapa nelayan juga mengaku mengalami kesulitan mendapatkan umpan pancing rawai yang biasa digunakan karena keberadaan pajeko yang sering berlabuh/berteduh disekitar wilayah nelayan Monsongan memancing/mencari umpan.
Wilayah/lokasi yg dipantau adalah di sekitar kokungan dan di sekitar P. Bandang yang secara adat diakui bahwa lokasi tersebut masih masuk dalam wilayah prioritas nelayan tangkap skala kecil (kapal <5GT) yang jaraknya kurang dari 2 mil dari daratan Banggai Laut.
Inisiasi ini menghasilkan komitmen untuk dibentuk kelompok pengawas masyarakat (POKMASWAS) desa Monsongan yang nantinya dapat mewujudkan pengawasan dan perlindungan terhadap area prioritas nelayan skala kecil di desa.

