Lembaga Maritim Nusantara (Lemsa) yang tergabung dalam Jaring Nusantara bekerja sama dengan Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian & Perkebunan Kota Makassar, dan WWF- Indonesia melakukan pelatihan Better Management Practice bersama nelayan Pulau Kodingareng, Makassar. Kegiatan ini menempatkan posisi nelayPean sebagai ujung tombak untuk mencapai keberhasilan program pelestarian dan pemanfaatan hasil laut yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Sebanyak 30 nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan dimana masing-masing nelayan mewakili kelompok nelayan tangkap dan budidaya Binaan Pemerintah kota Makassar mengikuti pelatihan ini sekaligus sebagai langkah awal dalam mendukung program perikanan berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Berawal dari kegelisahan nelayan terhadap menurunnya jumlah dan ukuran ikan hasil tangkapan setiap periode tangkap, serta harga ikan hasil tangkapan yang diperoleh dengan cara “baik-baik” ramah lingkungan dengan ikan yang diperoleh dengan cara “tidak baik” merusak lingkungan nilainya sama di pasaran. Selain itu, menurut Rudi Dg. Tae salah satu nelayan dari kelompok Burung Camar mengatakan bahwa “pelatihan ini memberikan informasi kepada kami (nelayan) tentang bagaimana penanganan ikan kalau sudah ditangkap agar kualitasnya biar tetap bagus dan harganya tinggi”. Karenanya perlu perhatian serius dan penghargaan (untuk ikan yang ditangkap dengan cara ramah lingkungan) dari pihak pemerintah selaku pengatur regulasi dan pihak konsumen untuk lebih peka terhadap nasib ekonomi nelayan yang mendukung pelestarian lingkungan laut.
Sementara itu fakta yang terjadi, jumlah penduduk yang terus meningkat mengikuti peningkatan permintaan kebutuhan akan ikan karena ikan merupakan sumber protein yang paling baik untuk kesehatan dan akselerasi perkembangan otak. Saat ini kita dihadapkan dua pilihan untuk mengatasi permasalahan ini, apakah memusnahkan sebagian manusia agar ketersediaan pangan cukup atau kita sama-sama mengatur lingkungan sekitar kita dan berbagi dengan cara bijak yang mengedepankan asas keberlanjutan dan tanggung jawab.
Tujuan dari kegiatan pelatihan ini mendorong pemerintah, masyarakat, swasta dan akademisi untuk sama-sama mengambil peran dalam mendukung aktifitas nelayan dan kelompok-kelompok nelayan yang sudah berusaha dan tetap melakukan aktifitas perikanan ramah lingkungan agar ketersediaan ikan dan pemulihan lingkungan / habitat ikan di laut tetap terjaga dan lestari untuk generasi selanjutnya.
Pelatihan ini merupakan serangkaian materi, pemutaran video dan sesi tanya jawab oleh nelayan dan peserta lain yang mengikuti kegiatan ini yang kemudian dipadukan pengalaman nelayan selama bertahun-tahun dalam menangkap dan penanganan ikan setelah ditangkap agar kondisinya tetap segar yang dilakukan pada tanggal 25-27 Februari 2016.
Masa depan perikanan kita bergantung besar kepada informasi status dan populasi ikan yang diperoleh dari pencatatan hasil tangkapan nelayan untuk dijadikan sebagai acuan strategi kebijakan, pemanfaatan sampai kepada strategi pemulihan stock ikan. Diharapkan, informasi yang terkumpul dari nelayan tangkap dapat menjadi sebuah data dan informasi, baik itu data riwayat hasil tangkapan setiap kali melaut serta kondisi perairan disekitar pulau.
Langkah selanjutnya yang akan dilakukan Lemsa dari hasil kegiatan ini yaitu mendorong dan mengawal lahirnya kebijakan pemerintah untuk memberikan jaminan harga ikan yang diperoleh dengan menggunkan alat tangkap yang ramah lingkungan. Sekaligus mengkampanyekan kepada masyarakat agar tidak membeli ikan yang ditangkap dengan cara merusak lingkungan laut.(Mir)
