Per 28 Januari 2022 Lemsa mengadakan Sosialisasi rencana pelaksanaan program pendampingan Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan Hibah Kecil 2 Wallace Desa Monsongan, Banggai Laut. “Salah satu dasar pijakan pelaksanaan program ini adalah kerusakan ekosistem dan ancaman punahnya spesies prioritas seperti Banggai Cardinal Fish pada perairan pesisir dan laut Monsongan butuh upaya kelola berkelanjutan untuk kelestariannya” ucap Sukri dengan gayanya yang khas dalam menyampaikan materi sosialisasi. Pada kegiatan ini Lemsa memandatkan kepada Sukri menjadi koordinator program yang bertugas untuk memastikan jalannya program sesuai dengan rencana-rencana yang telah disusun.

Tujuan dari sosialisasi ini untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari kehadiran Lemsa di tengah-tengah masyarakat Monsongan. Juga menjadi wadah perkenalan diri.”Harapannya aktivitas awal ini tidak hanya memberi gambaran seperti apa program yang akan dilaksanakan namun juga menjadi wadah interaksi awal teman-teman Lemsa di lapangan untuk membaurkan diri. Poin pentingnya adalah kehadiran Lemsa mendapat sambutan positif masyarakat dan khususnya pada komunitas nelayan kecil Monsongan untuk secara bersama melakukan perubahan yang lebih baik”ucap Rizky Latjindung yang menjadi advisor pada program ini.

Bertempat di Balai Desa Mosongan, sosialisasi ini diadakan dengan dihadiri sekitar 20 orang dari berbagai elemen seperti masyarakat (tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, guru, nelayan skala kecil), pemerintah desa, BPD, Dinas Perikanan, penyuluh serta ibu-ibu rumah tangga nelayan.

Peserta Sosialisasi Program Kemitraan Perikanan Berkelanjutan

“Kami merasa berterima kasih dengan adanya program ini di desa kami. Harapannya dengan program ini pemanfaatan sumberdaya perikanan kita akan menjadi baik. Di samping itu ke depannya Lemsa dapat membantu khususnya nelayan untuk bisa merumuskan permasalahan area tangkap nelayan. Sebab fakta yang terjadi selama ini, masih marak ditemukan beroperasi nelayan besar (pajeko) di sekitar perairan perikanan tradisional Monsongan. Tak lupa pula masyarakat Monsongan dapat memanfaatkan momentum ini secara bersama sama dengan Lemsa, CEPF dan Burung Indonesia untuk pembangunan desa kita” ucap bapak Rahman N Ndatah selaku kepala desa Monsongan dalam sambutannya.

Pemilihan Monsongan sebagai implementasi program ini sangat baik karena desa ini merupakan desa dengan jumlah nelayan terbesar yang ada di Banggai Laut. Program pendampingan oleh Lemsa ini memberikan kontribusi bagi Dinas Perikanan sekaitan dengan UU 23/2014 di mana daerah kabupaten tidak lagi mengelola perairan laut dan hanya memiliki tupoksi pada pemberdayaan nelayan. Hal ini tersampaikan oleh bapak Aulia selaku Kabid Perikanan Tangkap “Dinas perikanan sangat mendukung program Lemsa di Monsongan. Adanya NGO di daerah, dinas bisa berkolaborasi terkait program-program yang akan dicapai oleh Lemsa, sekaligus bisa menjadi perpanjangan tangan maupun penyambung lidah kepada masyarakat nelayan terkait informasi-informasi yang belum sampai kepada nelayan. Saat ini Dinas Perikanan sudah tidak bisa berbuat banyak lagi kepada nelayan setelah dikeluarkannya UU 23/2014, di mana semua kebijakan dialihkan ke DKP provinsi dan praktis secara fungsional saat ini hanya pemberdayaan kepada nelayan. Untuk itu hadirnya Lemsa di Banggai Laut, khususnya di monsongan, Dinas Perikanan berharap Lemsa mampu melaksanakan programnya dengan baik, bekerja sama dengan masyarakat agar bisa mendorong kemajuan perikanan di Banggai laut terkhusus kepada perikanan komoditas demersal” ucapnya.

Hal penting lainnya yang menjadi catatan pada pelaksanaan sosialisasi ini selain yang telah tergambarkan di atas, oleh ibu Hamsia selaku penyuluh perikanan di desa Monsongan yang saat ini sementara menjalankan program penertiban administrasi nelayan dalam usaha perikanan. Hal ini tentunya seiring sejalan dengan program Lemsa yang juga akan melakukan sensus TDKP nelayan skala kecil untuk menuju perubahan pembangunan pesisir dan laut Monsongan ke arah yang lebih baik. (NNN)

Sumber: Sukri, Izal & Fajar

Editor: Tim Media LEMSA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *