+6282197215271 | info@lemsa.or.id

Konservasi Lingkungan

Sosialisasi Program Pendampingan Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan di Desa Monsongan, Banggai Laut

Monsongan, 28 Januari 2022 — Lembaga Maritim Nusantara menggelar kegiatan sosialisasi rencana pelaksanaan program pendampingan Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan melalui skema Hibah Kecil 2 Wallace di Desa Monsongan, Kabupaten Banggai Laut. Kegiatan

17 April 2026 Admin
Sosialisasi Program Pendampingan Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan di Desa Monsongan, Banggai Laut

Monsongan, 28 Januari 2022 — Lembaga Maritim Nusantara menggelar kegiatan sosialisasi rencana pelaksanaan program pendampingan Tata Kelola Perikanan Berkelanjutan melalui skema Hibah Kecil 2 Wallace di Desa Monsongan, Kabupaten Banggai Laut. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan program sekaligus membangun hubungan kepercayaan tim dengan masyarakat setempat. 

Sukri yang ditunjuk sebagai koordinator program menegaskan bahwa inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kondisi ekosistem pesisir yang semakin tertekan. Ia menyoroti ancaman serius terhadap spesies prioritas seperti Banggai Cardinal Fish yang kini menghadapi risiko kepunahan akibat praktik pemanfaatan yang tidak berkelanjutan.

“Kerusakan ekosistem dan ancaman terhadap spesies menjadi dasar utama program ini. Dibutuhkan upaya pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga kelestariannya,” ujar Sukri dalam penyampaian materinya.

Sosialisasi ini tidak hanya bertujuan menyampaikan garis besar program, tetapi juga menjadi ruang interaksi awal antara tim Lemsa dan masyarakat Monsongan. Advisor program, Rizky Latjindung, menekankan pentingnya membangun kedekatan sosial sebagai fondasi keberhasilan program. Menurut kami kerusakan yang terjadi pada lingkungan  disebabkan oleh masyarakat setempat atau masyarakat luar dan masyarakat setempat juga yang mampu memperbaiki dengan cara menjaga dan mengawasinya.

“Harapannya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan gambaran program, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi tim Lemsa untuk membaur dengan masyarakat. Respons positif, terutama dari nelayan skala kecil, menjadi sinyal kuat untuk mendorong perubahan bersama ke arah yang lebih baik,” jelas Rizky.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Monsongan ini dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai unsur, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, guru, nelayan skala kecil, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Dinas Perikanan, penyuluh perikanan, serta kelompok ibu rumah tangga nelayan.

Kepala Desa Monsongan, Rahman N. Ndatah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran program tersebut. Ia berharap program ini mampu memperbaiki tata kelola sumber daya perikanan sekaligus menjawab persoalan yang dihadapi nelayan lokal.

“Kami berterima kasih atas hadirnya program ini. Harapannya, pengelolaan sumber daya perikanan di desa kami menjadi lebih baik. Kami juga berharap Lemsa dapat membantu merumuskan persoalan wilayah tangkap nelayan, mengingat masih maraknya aktivitas nelayan besar (pajeko) di wilayah perikanan tradisional Monsongan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan bekerja sama bersama Lemsa, CEPF, dan Burung Indonesia dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah, dukungan terhadap program ini juga disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banggai Laut, Aulia. Ia menilai kehadiran Lemsa dapat memperkuat upaya pemberdayaan nelayan di tengah keterbatasan kewenangan pemerintah daerah pasca penerapan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Dinas Perikanan sangat mendukung program Lemsa di Monsongan. Kehadiran NGO dapat menjadi mitra strategis dalam menjangkau masyarakat nelayan, sekaligus menjembatani informasi yang belum tersampaikan. Saat ini, peran kami lebih difokuskan pada pemberdayaan nelayan, sehingga kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan,” jelas Aulia.

Ia juga berharap program ini mampu mendorong pengembangan sektor perikanan, khususnya komoditas demersal yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah.

Selain itu, penyuluh perikanan setempat, Hamsia, menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalankan program penertiban administrasi nelayan. Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan rencana Lemsa yang akan melakukan sensus Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP) bagi nelayan skala kecil.

Sinergi antara program pemerintah dan pendampingan Lemsa diharapkan dapat memperkuat tata kelola sektor perikanan di Monsongan, sekaligus mendorong pembangunan pesisir dan laut yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi ini menandai dimulainya rangkaian program pendampingan yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan nelayan di Desa Monsongan.

Publikasi Pertama: 31 Januari 2022

Publikasi Kedua : 17 April 2026

Bagikan: